Tampilkan postingan dengan label HOROR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOROR. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2013

GERBONG KERETA PART VI


 http://firzarahardian.files.wordpress.com/2012/10/6-lokasi-nyata-dalam-film-horor-indones-9093de.jpg







“Dis, loe mau kemana . Tungguin gue Dis . Gladis .”, teriak Wira namun Gladis tetap tidak menghiraukannya .


Gladis tetap berjalan lurus . Didepan Gladis ternyata sudah ada wanita misterius yang tadi menghilang . Wanita itu menunduk memakai baju putih, dengan rambut panjang terurai menutupi setengah bagian wajahnya, tubuh wanita itu bau bunga melati yang sangat menyengat . Saat Gladis sudah berada dihadapan wanita misterius itu, wanita itu mengangkat wajahnya . Wajahnya pucat pasi namun terlihat sangat cantik, ia tersenyum manis kepada Gladis . Tangan wanita itu kemudian memegang pundak Gladis . Mereka saling berpandangan seolah-olah mereka saling berbicara dalam keterdiaman mereka . Wira yang melihat itu hanya terdiam dibelakang Gladis dan ia berjaga-jaga jika nanti wanita misterius itu menyakiti Gladis .

Ternyata wanita misterius itu memberikan pengelihatan dimasa lalu tentang kejadian-kejadian aneh yang mereka alami dikereta itu . Gladis melihat seorang wanita cantik yang sedang menunggu kereta di stasiun . Wanita itu duduk dengan membawa boneka beruang berwarna coklat ditangan kirinya dan sepucuk surat ditangan kanannya dengan amplop berwarna merah muda dan ada tulisanya :

“For You My Heart”
“Sinta”
      “di Bandung”

Saat kereta datang, wanita itu pun membawa tasnya dan masuk kedalam kereta itu . Wanita itu duduk dibangku barisan belakang digerbong 4 kereta itu . Wanita itu pun duduk terdiam sambil melihat surat dan boneka beruang yang ada ditangannya . Kereta pun mulai berjalan meninggalkan stasiun .
Setelah satu jam perjalanan tiba-tiba saja……


“AAAAAAAAA................ Tolong...........Tolong……… ”, suara jeritan minta tolong terdengar digerbong 3 .

Wanita itu kemudian langsung berlari kearah gerbong 3 melihat apa yang sebenarnya terjadi, ia melihat sekelompok orang dengan membawa senjata tajam sedang mengambil paksa harta benda yang penumpang-penumpang itu bawa . Orang-orang itu tak segan-segan membantai siapa saja yang menghalanginya . Samurai yang mereka bawa kini penuh bersimbah darah . Anak-anak kecil tak berdosa pun ikut menjadi sasaran samurai mereka .
Kemudian melihat itu semua wanita itu berlari menjauhi gerbong 3 itu, ia berniat untuk loncat dari kereta untuk melarikan diri . Namun usaha wanita itu untuk menyelamatkan diri ternyata sia-sia . Semua pintu telah terkunci rapat . Orang-orang kejam itu kini telah menuju gerbong 4 . Wanita itu sangat ketakutan . Ia panic harus berbuat apa . Melihat wanita cantik itu, orang-orang kejam itu mendekati wanita itu . Beberapa dari mereka mulai menggoda wanita itu . Mungkin karna kecantikan wanita itu sehingga mereka tertarik untuk menidurinya . Salah satu dari mereka mulai meraba-raba tubuh wanita itu . Tangan-tangan mereka mulai jahil menelusuri tiap jengkal tubuh wanita itu . Wanita itu hanya dapat menangis dan berteriak meminta tolong .


“Tolong………Tolong saya………siapa saja tolong saya .”, pinta wanita itu sambil menangis .

Namun tak ada satu pun dari penumpang disana yang berani menolongnya . Salah satu dari perampok itu ada yang wanita, ia hanya tersenyum melihat teman-temannya menggoda wanita cantik itu .

“Tolong jangan lakukan ini kepada saya . Saya akan memberikan semua harta saya asal kalian tidak melakukan ini kepada saya .”, ucap wanita cantik itu kepada pria-pria kejam itu .

Namun pria-pria itu tetap tak memperdulikan perkataan wanita itu . Mereka kini malah membuka pakaian wanita itu didepan penumpang-penumpang lainnya .
Sebagian lagi dari perampok itu tetap melakukan tugasnya mengambil harta penumpang lainnya secara paksa dan yang lain membantai para penumpang-penumpang itu . Perampok itu berjumlah 8 orang, 7 pria dan 1 wanita yang menjadi pemimpin mereka .


“Astaga…………”, tiba-tiba Gladis tersentak dan mengeluarkan air mata .

Gladis terkejut melihat itu semua . Ia merasa iba melihat kejadian itu . Betapa kejamnya orang-orang itu . Kemudian Gladis kembali terkejut melihat orang-orang kejam itu secara bergantian memperkosa wanita cantik itu, hingga wanita itu akhirnya meninggal .
Beberapa jam kemudian suara teriakan penumpang-penumpang kereta dan anak-anak kecil yang tak berdosa itu kini mulai tak terdengar lagi . Suasana kereta kini menjadi hening. Hanya terdengar suara perampok-perampok itu yang sedang tertawa puas . Tiap sudut kereta itu kini berbau anyir, darah ada dimana-mana, potongan-potongan tubuh para penumpang kereta itu berserakan dilantai maupun di kursi-kursi kereta .
Salah satu dari perampok itu ternyata ada yang berniat menguasai harta rampokan itu sendirian . Ia akhirnya membunuh teman-temannya dan membawa kabur harta rampokan itu sendiri. Ia kabur meninggalkan kereta yang tak lagi berpenghuni itu. Kereta itu dijalankan tanpa masinis, kereta itu diprogram berjalan secara otomatis. Hingga akhirnya kereta itu terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam. Jurang yang dalamnya mencapai 30 m.
Tiba-tiba Gladis seperti tersadar dari mimpi yang sangat buruk. Gladis kembali kedunia nyata, ia membuka matanya, didepan matanya ia melihat wanita yang tadi ada di dalam pengelihatanya itu. Wanita cantik yang meninggal akibat ulah orang-orang kejam itu. Wanita itu tersenyum kepada Gladis dan ia memberi Gladis sebuah surat beramplop merah muda dengan tulisan :

“For You My Heart”
“Sinta”
      “di Bandung”

Wanita itu juga mengatakan sesuatu kepada Gladis, suaranya yang sangat pelan namun dapat didengar Gladis dengan sangat jelas ditelinganya.

“Tolong bebaskan kami. Kami akan membantu kalian keluar dari kereta ini. “,ucap wanita itu.
“Siapa kamu ? Apa yang sebenarnya terjadi ? Bagaimana aku bisa menolongmu ? “,ujar Gladis bingung.

Tiba-tiba Gladis melihat penampakan dibelakang wanita cantik itu orang-orang tanpa kepala, ada juga yang tanpa tangan ataupun tanpa kaki, dan darah mengucur dibadan mereka. Badan mereka tidak ada yang utuh. Gladis dan Wira sangat syok melihat pemandangan itu. Pemandangan itu begitu nyata. Gladis pun perlahan mundur perlahan kearah Wira. Wira pun menggenggam tangan Gladis dengan erat.


“Aku Sinta. Kamu dan teman-temanmu terjebak didunia kami. Kamu harus menemukan samurai lalu hancurkan, jika kamu ingin mengakhiri ini semua. Kami akan menolongmu. “,kata wanita itu dengan tersenyum dan kemudian menghilang perlahan-lahan bersama makhluk-makhluk menyeramkan yang tadi ada dibelakang wanita itu.


Gladis dan Wira saling berpandangan sejenak. Lalu mereka kembali kegerbong 3, ketempat teman-temanya berada. Gladis ingin mengakhirin ini semua. Ia ingin kembali kedunianya, dunia nyata. Ia ingin segera menemukan samurai itu. Gladis dan Wira pun menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami digerbong 4 kepada teman-temannya. Arya, Dira, Risa, dan Egga pun terkejut dengan cerita Gladis dan Wira.


“Terus gimana cara kita buat nemuin tuh samurai. Kita kan kagak tau tuh samurai ada dimana.”,kata Egga tiba-tiba.
“Iya, Egga bener. Tuh cewek kagak bilang keberadaan tuh samurai ke elo Dis.”,Tanya Dira.
“Kagak, tuh cewek gak bilang apa-apa lagi. Gimana terus ini ? Gue bingung.”, ucap Gladis dengan nada kecewa.

Suasana didalam kereta pun menjadi hening sejenak. Mereka bingung kemana harus mencari samurai itu. Mereka berusaha membuat rencana untuk menemukan samurai itu dan keluar dari tempat itu.

“Gimana kalo kita mencar nyari tuh samurai di tiap-tiap gerbong. Kita geledah tiap sudut kereta ini.”, kata Wira memberikan usul kepada teman-temannya.
“Oke gue setuju ama usul Wira.”, ucap Egga mendukung Wira.
“Iya gue juga setuju ama loe Wir.”, kata Arya dan Dira bersamaan.
“Tunggu. Tapi sapa yang mau meriksa gerbong 4 dan 5 ?”, ucap Risa yang kemudian kembali membuat suasana digerbong itu menjadi hening kembali.

Mereka hanya saling berpandangan. Mereka takut jika harus masuk kedalam gerbong 4 dan 5 yang menyeramkan itu. Pikiran mereka kini benar-benar bingung.

“Gue. Gue yang bakal meriksa gerbong itu sendirian. Kalian cukup meriksa gerbong 1, 2, dan 3.”, ucap Gladis akhirnya memecahkan keheningan.

Suara Gladis terdengar sangat mantap walaupun ada sedikit keraguan yang tampak diwajah Gladis.

“Oke. Gue bakal nemenin Gladis.kata wira

Dan akhirnya mereka semua berpencar mencari samurai tersebut
Wira dan Gladis menyusuri gerbong 4 dan 5 sedangkan Arya,Risa,EggaDira menyusuri gerbong 1,2,3 .
Merekapun sibuk mencari benda yang bernama samurai tersebut
Untuk membebaskan mereka dari kereta itu karena mereka menaiki kereta yang salah.
30 menit Arya,Risa dan Egga, Dira mencari namun tidak menemui benda itu

“ar loe dah dapet tuh barang kagak?” taya Risa
“Kagak Ris loe ndri gimana?”Arya berbalik Tanya
“Gue juga kagak dapet tuh arang arhhhhh mana sihh tuhhh benda oia mana si Eggasam si Dira ?” Tanya Risa
“dia nyarik di gerbong 1 dan 2 Ris,gmn kita juga ke tempat itu gmn?” ide Arya
“oke” Risa menyetujui nya

Sedang kan di gerbong 4 wira dan gladis harus mendapatkan ZONK!!!(tidak dapet tuh benda)
Dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menuju gerbong terakhir
Kemudian di gerbong 1 dan 2 Arya , Risa dan Egga dan Dira tidak mendapatkan benda tersebut dan mereka memutuskan untuk menjeput Wira dan gladis mencari di gerbong 5

“udah kita bantu Wira dan gladis aja gmn sapatau barang itu ada disana”usul Egga
Arya , Dira dan Risa hanya mengangguk saja

Dan akhir nya mereka berjalan menuju gerbong 5
Namun pada saat mereka hendak pergi ke tempat Wira dan Gladis si Egga tiba-tiba mengeluh

“ahhhhhh……” kata Egga
“Napa loe ?” Tanya Risa dan Arya
“Gue kebelet nihh… aduuhhhhh……”jawabya
“Ahhhh loe yaudah loe kekamar kecil sana gue tunggu di sini” kata Arya dengan nada agak jengkel
Mereka pun menunggu di luar kamar kecil. Tak berapa lama egga menjerit .
“Ahhhhhhh…… Ar Ris Dir  sini gue temuin ni samurai sini loe masuk cepet” kata Egga

Dengan cepat mereka berdua masuk menemui Egga di dalam kamar kecil

“mana mana tuh barang” Tanya Risa
“iya ini ayo cepet kita kasih ke Wira dan Gladis cepet”kata Egga d sambut dengan lari kea rah Gladis

Dengan cepat mereka sampai pada gladis dan memberikan samurai itu ke gladis.Gladis pun menerimanya dan dia mulai melihat sesosok wanota berbaju putih itu lagi mendekati mereka berlima , Gladis pun memberikan benda tersebut kepada wanita itu mereka pun terdiam dan wanita itu berkata pada gladis untuk membuang benda tersebut pas satu tempat dimana kereta itu berhenti sejenak

“lemparkan benda itu sesaat sebelum kereta ini berhenti dan tepat kan pada satu rumah”kata wanita tersebut dan menghilang


Tak lama Gladis mulai sadar dan segera menuju ke pintu untuk melihat salah satu rumah yang di suruh oleh wanita misterius itu dan Wira menemukan rumah itu Wira pun member tahu pada Gladis untuk melempar kan benda itu dengan telti Gladis pun melempar samurai itu tepat pada rumah itu. Dan samurai itu tercancap ada rumah itu seketika rumah itu mengucur deras darah dari bagia dalam.
Pada saat itu juga kereta berhenti mereka ber 5 pun tersungkur ke pintu hingga mereka pingsan. Saat mereka sadar mereka sudah berada di stasiun “LEMPUYANGAN” dan itu pun di bagian kereta bekas alias rongsokan
Mereka pun di bantuan oleh warga kesekitar tak lama mereka di antar ke rumah nenek nya Dira di jogja.
Selama perjalanan salah seorang warga bercerita bahwa dulu kereta itu telah terjadi perampokan dan seluruh penumpang tewas mereka pun terdiam sampai rumah nenek Dira dan mereka pun berlbur selama beberapa hari saat mereka pulang dari jogja mereka memutus kan naek pesawat karena trauma naek kereta.

                                         TAMAT

GERBONG KERETA PART V




 http://www.beachesliving.ca/beacheslife/wp-content/uploads/2012/07/BeachesHoror.jpg


“Sapa wanita itu ? Dia gak takut apa duduk sendirian disana ? “, Tanya Risa heran .
“Nyeremin banget sih tuh cewek .”, ujar Dira .
“Bulu kuduk gue jadi semakin berdiri nih .”, ucap Egga .
“Apa tuh cewek hantu kali yaa ?”, ucap Dira tiba-tiba yang mengagetkan teman-temannya .
“Husssst ! Ati-ati loe kalo ngomong Dir ! “, ucap Arya .
“Iyaa apaan sih loe Dir, ngomong gitu segala .”, kata Gladis dengan nada gelisah .
“Yaa maaf guys . Gue kan Cuma asal nebak aja .”, ucap Dira .
“Abis kata-kata loe itu makin ngebuat kita tambah merinding tau .”, kata Wira    .


Beberapa menit mereka saling berpandangan penuh tanda tanya dimata mereka . Apa yang sebenarnya terjadi disini ? Siapa wanita itu ? Dimana mereka sekarang berada ? Mereka benar-benar bingung dengan kejaian ini .
Tiba-tiba saja lampu kereta mati kembali . Mereka mulai panic . Mereka mulai komat-kamit membaca doa . Kereta mulai berguncang dengan keras . Mereka pun mendengar suara rintian anak kecil dan orang dewasa yang meminta tolong . Terdengar suara tangisan dan jeritan meminta ampun . Ada pula terdengar tawa yang sangat mengerikan . Suara-suara itu terdengar jelas ditelinga mereka . Suara kepedihan yang memilukan hati mereka .
Akhirnya lampu kereta pun kembali menyala, kereta kembali berjalan stabil, suara-suara aneh itu pun kini tidak terdengar lagi oleh mereka . Dan wanita yang tadi duduk digergong 4 itu pun kini sudah tidak terlihat lagi . Entah kemana perginya wanita itu .


“Tadi itu apa ? Berasal dari man suara-suara itu tadi ?”, Tanya Gladis dengan kebingungan .
“Gue juga gak tau . Suara-suara itu tadi seperti nyata .”, jawab Wira yang sedari tadi menggenggam tangan Gladis .
“Aneeehhh . Tuh cewek juga ngilang .”, kata Egga .
“Gu…gue pe…pengen pulang . Gue ta…takut .”, isak Risa yang sedari tadi menangis dipelukan Arya .
“Loe jangan nangis dong Ris . Bentar lagi kita pasti pulang kok .”, ucap Arya menenangkan Risa .
“Gue udah gak kuat sama keanehan-keanehan ini .”, ucap Dira pasrah dengan air mata yang mulai jatuh . Gladis pun memeluk Dira .
“AAAAAUUUWWHH .”, terdengar jeritan Egga . Badan Egga tiba-tiba seperti ada yang menarik dan membentur jendela kereta . Egga pun tergolek lemas mencoba berdiri . Arya dan Dira pun membantu Egga berdiri .
“Ga, loe kenapa ?”, Tanya Dira .
“Badan gue seperti ada yang narik . Aduhh . Kepala gue sakit banget bentur tuh jendela . Sialaan ! “, ucap Egga dengan nada jengkel .
“Tadi gue lihat ada bayangan hitam pas badan loe mbentur kejendela .”, ucap Arya .
“BRUUUUKKKK .”, tiba-tiba Gladis jatuh pingsan .


Wira dan Risa pun panic, Wira membopong Gladis ke tempat duduk sambil tertatih karna kakinya yang terluka namun Wira memaksakan diri untuk membopong Gladis .


“Dis, loe kenapa ? Dis ?”, ucap Wira sangat jelas tersirat kepanikan diwajahnya .
“Dis, bangun Dis . Dis bangun .”, ucap Risa tak kalah panic dan mengguncang badan Gladis .


Setelah 5 menit lebih Gladis pingsan, akhirnya ia terbangun juga . Gladis tiba-tiba langsung berdiri dan langsung barjalan menuju gerbong 4 . Tanpa sepatah kata pun Gladis terus berjalan tanpa menghiraukan teman-temannya yang memanggilnya dan  mencegahnya untuk kegerbong 4 . Wira pun mengikuti Gladis dan menyuruh teman-teman yang lain untuk menunggunya digerbong 3 . Wira memerintah teman-temanya agar tetap bersama jangan sampai ada yang terpisah .


“Guys, kalian tetep disini gue bakal nyusul Gladis . Jangan sampai ada yang terpisah diantara kalian . Kalian harus saling jaga . Kalo ada apa-apa kalian teriak aja manggil gue . Kalian ngertikan .”, jelas Wira yang langsung berlari mengejar Gladis tanpa menunggu jawaban teman-temannya .

GERBONG KERETA PART IV




 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzskEG4QEUanKchu3Ve4dkdKharbO85_r9mJHeNDEeWCWwoNpS8nc73HBensp09Jpu9RBgJnKxaRrjeMKdV4rNRU2beW-jesnuP34RQ8K5laKfd_gczd1D1VdOHvfhTHsudB47HexLxAM/s1600/Best-top-desktop-horror-wallpapers-hd-horror-wallpaper-picture-image-photo-19.jpg



“Kok gak ada orang sama sekali . Kemana orang-orang .”, Tanya Egga kebingungan .
“Masinisnya juga gak ada . Gue ma Arya udah ngecek kedepan .”, kata Risa sambil berlari kearah teman-temannya .
“Ini bener-bener aneh . Auuwwwhh kepala gue !”, ucap Gladis sambil memegang kepalanya, tiba-tiba Gladis mendapat pengelihatan seorang cewek yang duduk di dalam kereta sendirian.

Namun pengelihatan yang sekarang Gladis alami adalah potongan-potongan kejadian dimasa lalu . Gladis memang sering mengalami de javu / pengelihatan kejadian-kejadian di masa lalu ataupun di masa depan seperti yang saat ini ia rasakan .

“Kenapa loe Dis ?”, Tanya Wira .
“Gue ngerasain de javu . Gue liat sesuatu .”, kata Gladis sambil menutup matanya dan seperti mengingat sesuatu .
“De javu ? gue baru tau kalo loe punya pengelihatan kayak gitu .”, ungkap Dira heran . Gladis memang tidak pernah menceritakan tentang de javu yang sering ia alami kepada teman-temannya . Gladis hanya menceritakan hal itu kepada Arya dan Wira saja .
“Indra ke 6 Gladis berfungsi dengan baik .”, jelass Wira .
“Apa yang loe liat Dis ?” Tanya Arya .
“Gue liat seorang cewek duduk di kereta sendirian .”, ucap Gladis singkat .
“Trus apa lagi Dis ?”, Tanya Risa .
“Pengeliatan itu ilang .”, jawab Gladis .
“Apa arti dari pengeliatan itu ? apa ada hubungannya dengan yang sekarang kita alami ?”, Tanya Egga .
“Gue gak tau . Gue masih bingung sama semua ini .”, jawab Gladis .
“Guys, gimana kalo kita keluar nyarik bantuan diluar sana . Mumpung keretanya berhenti .”, usul Egga .
“Egga bener . Kita gak bisa terus-terusan didalam kereta ini . Gue khawatir kalo kita terus-terusan disini, kita akan lebih celaka .”, jelas Arya .
 “Tapi kita gak tau ada dimana sekarang . Diluar gelap banget . Gimana kalo kita malah tersesat diluar sana . Apa gak lebih baik kalo kita nunggu disini aja ? kita bawa hp kan ? kenapa kita gak nelpon seseorang untuk ngebantu kita  aja ?.”, ucap Risa memberikan usulan yang lain .
“Iyaa kita kan bawa hp . Kita coba nelpon polisi aja buat ngebantu nyarik keberadaan kita .”, kata Dira sambil mengeluarkan hpnya dari saku celananya .
“Ooohh God !”, keluh Dira kemudian .
“Kenapa Dir ?”, Tanya Gladis .
“Hp gue gak ada sinyal .”, jawab Dira .
“Yaa udah pake hp gue aja nih .” tawar Egga . Sambil memberikan hpnya kepada Dira .
“Ahh hp loe sama aja kagak ada sinyalnya Ga .”, kata Dira kemudian .
“Hahhh ! masak sih ?”, kata Egga heran .
“Hp gue juga gak ada sinyalnya .”, kata Wira .
“Hp gue juga kosong sinyalnya .”, kata Risa .
“Sama . Punyak gue juga .”, kata Arya juga .
“Ahh ! Shit ! Hp gue juga kagak ada ! Gimana terus kita sekarang ?”, kata Gladis .
“Udah deh mending kita keluar dulu dari kereta ini . Sapa tau ada orang diluar sana yang bisa ngebantu kita .”, usul Egga kembali kepada teman-temannya.
“Iya deh mending kita keluar dulu dari kereta ini . Gue udah takut banget nih .”. ucap Dira ketakutan.
“Yaudah ayoo kita keluar .”, ucap Wira .





Saat mereka akan keluar dan menbuka pintu kereta itu, namun pintu kereta digerbong 2 itu tidak dapat dibuka . Mereka pun mencoba membuka pintu digerbong 1 dan 3, namun sama saja pintu-pintu itu terkunci rapat dan tidak dapat dibuka .

“KREEEKK…”

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka dari gerbong 4 dan mereka melihat seperti ada sesosok wanita yang menaiki kereta itu . Wajah wanita itu tidak terlihat dengan jelas oleh mereka . Kereta pun berjalan lagi . Mereka benar-benar heran dengan kejadian ini . Mereka mengira wanita yang baru saja menaiki kereta itu adalah penumpang . Mereka ingin mengahampiri wanita itu, namun mereka takut masuk kegerbong 4 itu . Mereka hanya dapat melihat wanita itu dari gerbong 3, wanita itu hanya duduk di bangku barisan belakang digerbong 4 itu, ia hanya menunduk sedari tadi .

GERBONG KERETA PART III




 http://media.infospesial.net/image/showbiz/p/evil-dead-film-remake-horor-klasik-1981.jpg




“Pak mau kemana ? Jangan masuk sana pak !”, teriak Egga kepada petugas itu .

Namun petugas itu terus berjalan masuk kedalam gerbong 4 itu . Petugas itu hanya menoleh sekali kepada mereka dan kemudian tersenyum .
Gladis, Wira, Arya, Dira, Risa, dan Egga pun bingung dengan perkataan petugas itu barusan . Mereka mencoba mengingat-ingat kembali apa yang barusan petugas itu katakan dan mereka mencoba menela’ah maksud dari kata-kata itu . Tapi mereka tetap tak menemukan maksud dari perkataan itu .

“Apa yang petugas itu maksud ya . Akan ada yang menjemput kita . kita harus hati-hati terhadap yang jahat . Dan kita harus membebeskan yang tidak berdosa . Mereka akan melindungi en ngejaga kita . Maksudnya apa ? gue bingung .” ucap Gladis dengan tanda Tanya besar di dalam otaknya .
“Siapa yang mau ngejemput kita ? nenek gue ? yang jahat sapa ? en yang tidak berdosa itu sapa . Gue bingung .”, kata Dira nyerocos .
“Yaa mana gue tau Dir . Kalo gue ngerti udah gue jelasi ke loe Dir . Gimana sih loe malah nanyak ke gue .”, sahut Gladis .
“Udah deh gak usah terlalu dipikiri . Mungkin tuh petugas Cuma nakut-nakuti kita doang .”, ucap Arya yang mencoba menenangkan sahabat-sahabatnya itu.
“Iyaa mungkin tuh petugas Cuma iseng ama kita .”, sahut Risa .
“Oia guys, penumpangnya kok dikit banget sih gak kayak tadi pas pertama kita naik . Emang udah berhenti yaa ni kereta tadi pas gue ama Gladis kebelakang .”, Tanya Wira heran .
“Kita juga heran Wir . Tadi pas kita bangun penumpangnya udah pada ngilang semua . Cuma kita en ketiga penumpang di pojok sana yang ada .”, ungkap Egga .
“Aneh .”, ucap Gladis dengan wajah heran .

Beberapa jam berselang . Namun Gladis dan teman-temannya heran . Karna suasana didalam kereta semakin mencekam . Tiga orang penumpang yang tadi terlihat dipojok sana kini telah menghilang seakan ditelan bumi . Mereka sekarang hanya berenam didalam kereta tersebut . Mereka berenam pun memutuskan untuk turun dipemberhentian stasiun selanjutnya . Mereka berniat untuk ganti kereta . Namun setelah menunggu beberapa jam, seharusnya mereka telah sampai di pemberhentian di stasiun  yang mereka maksud, namun mereka heran mengapa mereka tidak sampai-sampai .
Kereta mulai memasuki terowongan .

“AAAAAAAAAAAA !”, teriak mereka bersamaan .

Suasana didalam kereta tiba-tiba menjadi gelap gulita . Lampu yang semula hidup dengan terang tiba-tiba mati . Hanya ada beberapa cahaya lampu dalam kegelapan itu . Entah dari mana cahaya itu . Mereka mulai menjadi panik . Mereka saling bergenggaman tangan dengan erat . Mereka tidak ingin jika mereka terpisah .

“Ada apa ini  ? Lampunya tiba-tiba aja mati .”, kata Gladis cemas .
“Gue takut . Gue mau keluar dari kereta ini .”, ucap Risa yang mulai ketakutan dan mulai menagis .
“Udah Ris loe tenang aja . Ada gue en anak-anak yang nemeni loe . Loe gak sendiran Ris .”, ucap Arya menenangkan Risa dan merangkul Risa yang sedari tadi duduk disebelahnya .
“Kita harus ngapain sekarang . Wir, senter loe mana ?”, kata Dira .
“Yaa senter . Gue tadi bawa . Bentar gue cari disaku gue .”, kata Wira sambil meraba saku celananya untuk mencari senternya . Namun Wira tak menemukan dimana senter itu berada .
“Cepet Wir ! mana senter loe .”, kata Dira .
“Kagaak ada Dir . Senternya ngilang .”, jawab Wira .
“Terus gimana kita ?”, kata Egga dengan wajah ketakutan .

Walau suasana menjadi gelap, namun mereka masih bisa melihat dalam keremangan . Berkat cahaya-cahaya aneh yang tak mereka ketahui dari mana asalnya . Mereka panic dan mulai ketakutan . Mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan . Tiba-tiba saja Egga menjerit kesakitan.

“Aaauuwww ! Shit !”, ucap Egga .
“Kenapa loe Ga ?”, Tanya Gladis .
“Lengan gue . Kayak ada yang goresin pisau di lengan gue .”, jawab Egga dengan merintih kesakitan . Darah pun mengalir dari lengan Egga . Bau anyir mulai tercium dan menyebar keseluruh sudut kereta .
“Yang bener loe Ga . Kejadiannya kok sama kayak gue tadi .”, kata Wira .
“Kayaknya kita gak hanya berenam di dalam kereta ini . Ada sosok lain yang sepertinya akan menyakiti kita satu persatu . Kita harus hati-hati jika tak ingin terluka .”, jelas Gladis .

Merekapun lebih was-was dan selalu memerhatikan keadaan disekitar mereka . Mereka terdiam beberapa saat dan saling menjaga satu sama lain . Mereka merasakan ada sosok mengerikan yang sedang mengawasi mereka .

“Aaauuuww ! ada yang ngelukain pipi gue .”, Dira tiba-tiba teriak kesakitan .
“Siapa sih yang lakuin ini semua ? apa ada orang yang ingin ngebunuh kita semua .”, kata Arya yang mulai marah melihat teman-temannya yang terluka .
“Loe liat siapa yang ngelukain itu ke loe Dir ?”, Tanya Wira .
“Gue Cuma liat sekelebat bayangan hitam didepan gue tadi . Terus bayangan itu tiba-tiba ngilang Wir .”, jelas Dira sambil memegangi pipinya yang berdarah itu .
“Heyy ! Loe siapa ? Keluar loe kalo berani ! Hadapin kita secara langsung ! Shit !”, upat Gladis yang tiba-tiba berdiri dan menantang sosok yang melukai teman-temannya itu .

Gladis yang phobia di dalam kegelapan itu memberanikan diri untuk menghadapi sosok itu karna ia mulai jengkel . Meski sebenarnya ada perasaan takut dalam hati Gladis . Namun ia mengubur rasa takutnya itu . Teman-teman Gladis yang melihat Gladis berani seperti itu, takjub melihat keberanian Gladis itu .

“Oouuuucchhh !”, sekarang giliran Gladis yang berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya .
“Dis loe kenapa ?”, Tanya Wira cemas sambil langsung memegangi Gladis dan menyuruhnya untuk duduk .
“Perut gue berdarah . Sakit banget .”, ujar Gladis kesakitan .
“Gimana kita sekarang ? gue gak mau mati kayak gini .”, ucap Risa sambil menangis .
“Udah Ris, loe jangan mikir yang enggak enggak dong . Gue gak bakal biarin loe mati kayak gini . Loe jangan nangis .”, kata Arya menenangkan Risa .

Tiba-tiba kereta berhenti mendadak . Entah apa yang akan terjadi selanjutnya . Lampu digerbong yang mereka tumpangi itu pun akhirnya menyala kembali . Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari orang lain di gerbong 1, 2, dan 3 . Mereka tak berani untuk memeriksa di gerbong 4 dan 5, mereka takut melewati gerbong 4 setelah mereka mendengar cerita Gladis dan Wira yang menakutkan itu .

“Guys, mending kita nyarik orang lain di gerbong depan . Biar kita lebih tenang .”, usul Wira kepada teman-temannya .

Mereka pun berjalan memeriksa tiap-tiap gerbong . Namun anehnya tidak ada seorang pun yang mereka temukan di dalam kereta itu . Petugas-petugas kereta pun tak terlihat disana . Kereta itu benar-benar kosong . Hanya mereka berenam lah yang ada didalam kereta itu . Pikiran mereka mulai kacau .

GERBONG KERETA PART II



 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8HTs8NukonxDEtbxIIU_mPLoUJO75VmVwaOS10WjJ6urfFmTrB8SoVIHs9KCyHKdZZdA7P9uYrGBC5zy23UdYaTjgInoFowMi6g2lL_s9eOb5U8Crynq6HbAoeoYrc-LoY05dVoXnYjN-/s1600/scary+wallpaper+-+gothic+wallpaper+-+horor+wallpaper+7.jpg




Setelah beberapa menit mereka berjalan dalam kegelapan di gerbong 4 itu, akhirnya mereka tiba di gerbong terakhir . Mereka lega karena telah melewati gerbong yang sangat menakutkan itu . Digerbong terakhir ini suasananya tidak jauh berbeda dengan gerbong 4 yang baru saja mereka lewati barusan . Hanya saja di gerbong terakhir ini ada lampu yang menerangi meskipun lampu itu setengah mau mati . Dan digerbong terakhir ini mereka melihat dua orang petugas kereta yang sedang tertidur pulas di sudut pojok gerbong .

“Wir, gue masuk bentar yaa . Loe tungguin gue disini .”, ucap Galdis yang kemudian masuk kedalam kamar kecil .
“Loe jangan lama-lama didalem Dis .”, jawab Wira .
“Iyaa ! cerewet loe ahh .”, sahut Gladis dari dalam kamar kecil .

Wira pun menunggu Gladis keluar dari kamar kecil dengan sabar . Sambil melihat-lihat keadaan disekitar gerbong, Wira menyanyi dengan nada suara yang pelan, karna ia tidak ingin petugas kereta yang sedang tertidur itu terbangun karena suaranya itu . Namun tiba-tiba Wira melihat sekelebat bayangan hitam muncul di depan matanya . Wira sangat terkejut dengan kejadian yang baru saja ia alami, hingga tanpa sadar Wira menutup kedua matanya . Namun saat Wira membuka matanya kembali dan mencari bayangan hitam tadi, namun hasilnya nihil, bayangan itu tidak ada . Wira beranggapan bahwa bayangan tadi itu hanya imajinasinya semata karna kelelahan .  Setelah 3 menit berada didalam kamar kecil, akhirnya Gladis keluar .

“Ayoo Wir balik ke tempat anak-anak !”, ucap Gladis ketika keluar dari kamar kecil dan hendak berjalan menuju gerbong 4 .

Namun tiba-tiba Wira menarik tangan Gladis dan mendorong Gladis kedinding kamar kecil lalu mencium bibir Gladis dengan penuh kasih sayang . Gladis sangat terkejut dengan tindakan Wira yang tiba-tiba itu . Gladis terdiam beberapa saat dan menikmati kejadian yang ia alami saat ini . Gladis tiba-tiba teringat akan kenangan masa lalunya saat bersama Wira . Namun Gladis teringat akan Sesil, pacar Wira saat ini . Gladis mencoba mendorong Wira dan melepaskan diri dari pelukan Wira . Tapi Wira terlalu kuat memeluk Gladis, sehingga Gladis kewalahan melepaskan pelukan Wira . Wira terus menciumi bibir Gladis, ia tak peduli walau Gladis mencoba untuk melepaskan diri darinya . Namun Gladis terus memberontak, akhirnya dengan tenaga yang terkumpul, Gladis mendorong Wira dan akhirnya ia bisa melepaskan diri dari pelukan Wira .

“Plaaaakkk !!”

Tanpa diduga Gladis menampar pipi Wira dengan tamparan yang sangat keras . Wira pun merasa kesakitan dan ia memegangi pipinya yang merah itu akibat tamparan Gladis .

“Loe udah gila ! Teganya loe ngelakuin ini ke gue ! Loe gak inget Sesil ! gimana kalo Sesil tau apa yang baru saja loe lakuin ke gue ! apa yang loe pikirin sampai loe berani berbuat itu !”, amarah Gladis pun melonjak dan tanpa disadari air matanya pun terjatuh membasahi pipinya itu .

Petugas kereta yang semula tertidur pulas itu, akhirnya terbangun karna teriakan Gladis yang sangat keras itu . Kedua petuga ketera itu pun akhirnya pindah ke gerbong 3 . Karena mereka tak ingin mendengar pembicaraan Gladis dengan Wira .

“Sorry Dis . Tapi gue masih sangat mencintai loe .”, jawab Wira sambil menggenggam tangan Gladis . Namun Gladis melepas genggaman tangan Wira .
“Tapi loe gak bisa lakuin ini sama gue ! Loe harus ingat kalo kita udah gak ada hubungan apa-apa ! Loe harus ingat kalo sekarang loe milik Sesil !”, bentak Gladis dengan air mata yang semakin menjadi-jadi .
“Tapi gue gak cinta sama sekali ama Sesil Dis, gue Cuma main-main ama Sesil Dis . Gue Cuma cinta ama loe dari dulu sampai sekarang . Dan rasa ini gak mungkin luntur sampai kapan pun buat loe . Loe mau kan balikan ama gue Dis ? Pliiiss maafin kesalahan gue dulu Dis, gue nyesel ngelakuin itu ama loe Dis .” jelas Wira dengan muka menyesal .
“Gue udah maafin loe Wir . Jujur gue emang masih cinta ama loe . Tapi kita gak bisa sama-sama seperti dulu lagi Wir . Gue gak mau Sesil sakit hati sama kita berdua Wir .”, ucap Gladis sembari menunduk dan mengalirkan air matanya .
“Tapi gue gak bisa maksain perasaan gue ke Sesil Dis . Gue gak mau ngejalani hubungan ini dengan kepura-puraan . Pliiss beri gue kesempatan sekali ini aja Dis . Gue janji kalo gue gak akan nyakitin loe untuk kedua kalinya .”, ucap Wira dengan nada memohon .
“Gue gak bisa Wir . Loe masih milik Sesil .”, ucap Gladis singkat kepada Wira .
“Gue bakal mutusin Sesil sepulang kita dari liburan ini . Gue janji ama loe Dis .”, kata Wira sambil mengusap air mata Gladis dan memeluk Gladis .
“Gue gak tau Wir . Gue bingung .”, ucap Gladis pelan dipelukan Wira .
Beberapa saat mereka berpelukan dan diam membisu . Hanya terdengar suara deru mesin kereta yang sedang berjalan . Mereka akhirnya telah mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, bahwa sebenarnya mereka masih saling mencintai .
“Ayoo kita balik ketempat anak-anak dulu Dis . Pasti mereka pada bingung nyariin kita .”, kata Wira sambil melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Gladis . Gladis hanya mengangguk setuju .

Saat mereka masuk kembali dalam gerbong 4 itu, lagi-lagi gerbong itu mengeluarkan bau yang sangat menyengat . Namun kali ini bau menyengat ini bukan bau melati yang seperti pertama mereka cium . Bau menyengat ini seperti bau bangkai yang telah membusuk . Bau itu benar-benar menusuk hidung dan membuat Gladis dan Wira ingin muntah .

“Wir, bau apaan ni gue sampek mau muntah . Busuk banget baunya .”, bisik Gladis kepada Wira .
“Gue juga gak tau Dis . Udah kita terus jalan aja . Tutup hidung loe .”, ucap Wira sambil menggenggam tangan Gladis lebih erat .

Mereka terus berjalan sambil menutup hidung mereka . Mereka berjalan dengan perlahan-lahan . Hingga tiba-tiba dipertengahan jalan terdengar suara benturan yang sangat keras yang berasal dari arah belakang mereka .

“BRRAAAAAKKKKKK”

 Suara benturan itu terdengar sangat keras ditelinga mereka . Reflex mereka langsung menutup telinga mereka . Wira pun langsung berbalik badan kebelakang dan langsung memeluk Gladis yang sejak tadi mengikutinya dari belakang . Mereka beranggapan bahwa kereta yang mereka tumpangi menabrak sesuatu . Namun mereka tersadar munculnya suara benturan tadi tidak mengakibatkan kereta berguncang . Kereta tetap berjalan stabil .

“Dis, loe gak papa .”, Tanya Wira dengan wajah cemas .
“Gue gak papa . Tadi itu suara apa Wir . Gue takut .”, ucap Gladis sambil memeluk erat Wira dan mulai ketakutan .
“Gue juga gak tau Dis . Udah kita terus jalan aja . Loe jalan di depan gue aja Dis .”, jawab Wira sambil menyuruh Gladis jalan duluan .

Gladis dan Wira merasa bahwa perjalanan mereka ke gerbong tempat teman-temannya berada, sangatlah jauh dan lama untuk dilalui . Dari tadi mereka berjalan tapi mereka seakan-akan berada ditempat yang sama, mereka seakan-akan tidak berpindah tempat . Entah apa yang sebenarnya terjadi, mereka sangat bingung , Mereka merasakan ada keanehan digerbong 4 ini .

“Auwww ! Kaki gue .”, rintih Wira kesakitan . Tiba-tiba Wira merintih kakinya kesakitan . Wira merasa kakinya seperti tergores benda tajam .
“Ada apa Wir ? Kaki loe kenapa ?”, Tanya Gladis cemas .
“Gue gak tau Dis . Kayak ada yang goresin benda tajam ke kaki gue .”, ucap Wira dengan nada yang masih kesakitan .
Wira pun melihat kakinya dengan menggunakan senter . Ternyata pergelangan kaki Wira telah bersimbah penuh darah . Darah segar mengalir dari pergelangan kaki Wira . Wira pun terkejut melihat kakinya itu . Gladis pun mulai panik melihat Wira yang berdarah .
“Wir, loe kenapa . Kaki loe berdarah .”, ucap Gladis cemas .
“Gue juga gak tau Dis napa kaki gue bisa sampai berdarah gini .”, jelas Wira kepada Gladis .
“Ayooo ! kita harus cepet keluar dari gerbong ini . Gue ngerasa ada yang aneh sama gerbong ini Wir .”, ungkap Gladis sambil membantu Wira berjalan .
“Iyaa Dis, gue juga ngerasain ada yang aneh sama kereta yang kita naiki ini .”, kata Wira .

Gladis dan Wira pun bergegas keluar dari gerbong yang menakutkan itu . Akhirnya dengan susah payah mereka mengeluarkan diri dari gerbong itu, merekapun keluar dari gerbong itu . Mereka melihat digerbong tempat teman-teman mereka berada sangat lah sepi . Gerbong itu tidak seramai saat sebelum mereka meninggalkan gerbong itu . Hanya ada beberapa penumpang dan teman-teman mereka, Arya, Dira, Egga, dan Risa yang terlihat duduk dikursi yang berada digerbong itu . Mereka pun menghampiri teman-teman mereka yang telah terbangun dari tidurnya tadi .

“Heyy ! Kalian dari mana aja sih lama banget . Hayooo abis berduaan yaa kalian . Abis ngapain aja tuh dibelakang .”, Tanya Arya kepada Gladis dan Wira dengan wajah jail .
“Ahh apaan aja sih loe Ar ! Loe gak liat nih kaki Wira berdarah . Tolongi gue napa dari pada nanyak yang enggak-enggak .”, jawab Gladis dengan nada sebel kepada Arya .
“Loohh Wir kaki loe kenapa ? darahnya banyak baget .”, Tanya Arya yang mulai cemas dan langsung berdiri untuk membantu Gladis membopong Wira .

Dira, Risa dan Egga pun ikut panik melihat temannya itu terluka hingga mengeluarkan darah yang banyak . Mereka pun langsung mmembantu memerban kaki Wira . Untung saja Risa selalu membawa kotak P3Knya itu kemana saja . Penumpang yang masih tersisa digerbong itu hanya bisa melihati mereka .

“Dis, apa yang terjadi sampai kaki Wira berdarah seperti ini .”, Tanya Egga cemas .
“Ceritanya gini, tadi waktu kalian tertidur gue kebelet ke kamar kecil di gerbong terakhir . Wira nemeni gue kesana karna Wira bilang kalo di gerbong 4 tempatnya gelap . Yaa udah gue ama Wira berdua ke kamar kecil . Pertama waktu kita lewati gerbong 4, kita kagak ngersain apa-apa, kita Cuma ngecium bau bunga melati aja . Tapi setelah kita balik dari kamar kecil en ngelewati gerbong 4 itu lagi, tiba-tiba kita ngerasa ada yang aneh . Kita ngecium bau bangkai yang sangat busuk . Terus kita denger suara tabrakan yang sangat keras . Dan yang terakhir tiba-tiba saja kaki Wira berdarah .”, jelas Gladis panjang lebar keteman-temannya itu .

Bulu kuduk Dira, Arya, Risa, dan Egga pun tiba-tiba berdiri saat mendengarkan cerita Gladis . Mereka bingung apa yang sebenarnya telah terjadi . Mereka merasa seperti berada didalam kereta yang menyimpan cerita misteri .

“Dis tadi loe bilang ada suara tabrakan, tapi kita kagak denger suara apa-apa dari tadi . Loe mungkin salah denger .”, ungkap Risa dengan nada yang mulai ketakutan .
“Sumpah ! gue denger sendiri suara itu bener-bener keras guys . Kalian tanyak aja ama Wira . Yaa kan Wir ?”, ucap Gladis .
“Iyaa Gladis kagak bohong . Kita denger suara itu jelas banget di gerbong 4 itu .”, jelas Wira sambil menunjuk gerbong 4 .
“Kayaknya ada yang aneh sama kereta ini . Tadi gue ngeliat ada sosok bayangan hitam yang ngikuti kalian pas kalian keluar dari gerbong itu . Tapi tiba-tiba bayangan itu ngilang waktu gue ngedeketi kalian .”, ungkap Arya kepada Gladis dan Wira .
“Tadi pas gue ada di gerbong 5, gue juga ngelihat sekelebat bayangan hitam juga . Tapi gue kira itu Cuma halusinasi gue doang .”, ucap Wira .
“Gue jadi merinding nih guys . Jangan-jangan nih kereta berhantu lagi .”, ucap Egga kepada teman-temannya .
“Hussst ! Ati-ati loe kalo ngomong Ga .”, sahut Dira dengan hati was-was .

Saat mereka serius bercerita . Tiba-tiba ada seorang petugas yang menghampiri mereka dengan muka yang pucat pasi . Petugas itu menatap mereka dengan tatapan kosong . Dan kemudian berkata pelan kepada mereka .

“Ada yang akan menjemput kalian . Berhati-hatilah terhadap yang jahat . Dan bebaskanlah yang tidak berdosa . Kami yang tidak berdosa akan melindungi kalian dan membantu kalian . Kalian pasti bisa .”, ucap petugas itu dan kemudian pergi kearah gerbong 4 itu meninggalkan mereka tanpa berkata sepatah kata pun lagi .

GERBONG KERETA PART I

 http://www.wallsave.com/wallpapers/1366x768/horor/103968/horor-other-horror-tube-103968.jpg



Mentari telah bersinar cerah . Seperti biasa Gladis bangun untuk mandi dan mulai bersiap-siap untuk pergi mencari ilmu . Gladis telah siap untuk berangkat ke SMA Negeri 104 Bandung, sekolah terfavorit di Bandung, sekolah tempat Gladis mencari segudang ilmu . Gladis sekarang sudah duduk dibangku kelas XI .

“Pagi Dis, ayoo cepet masuk mobil gue”, sapa Arya sambil menyuruh Gladis masuk ke mobilnya .

Arya adalah sahabat Gladis sejak kecil, mereka telah bersahabat selama bertahun-tahun, maka tak ayal jika hubungan mereka sangatlah dekat . Arya selalu menjemput Gladis saat berangkat dan pulang sekolah, maka dari itu Gladis tak sungkan jika Arya menawarkan tumpangan . Lagi pula mereka sekolah disekolah yang sama, bahkan kini mereka juga menjadi teman sekelas dan duduk sebangku .

“Pagi juga Arya”, sambut Gladis dengan ramah dan senyuman sambil masuk ke mobil Arya dan duduk di sebelahnya . “Ar, loe mau kemana liburan minggu depan”,tanya Gladis .
“Kayaknya gue kagak kemana-mana Dis . Pasti bonyok gue pada sibuk ama kerjaan mereka masing-masing . Mana sempet mereka mikirin soal liburan gitu”,ungkap Arya dengan raut muka yang muram .
“Udah sabar aja, mereka nyarik duitkan juga buat loe juga Ar . Loe mau gak ikut gue en anak-anak liburan ke luar kota . Dari pada loe sendirian dirumah.”,tawar Gladis dengan merayu agar sahabatnya itu ikut liburan bersamanya .
“Emang mau liburan kemana Dis . Tapi gue pengen ngehabisi liburan gue dirumah aja Dis .”, tolak Arya secara lembut kepada Gladis .
“Rencananya kita mau liburan ke desa terpencil deket rumah neneknya Dira di Jogjakarta . Tempatnya keren banget loo Ar, dijamin loe pasti bakalan betah disana . Masak loe kagak mau ikut sih Ar . Risa juga ikut loo, loe bisa PDKTan ama Risa ntar Ar . Gimana ? ikut yah yah ?”,ajak Gladis dengan nada mulai memaksa .
“Yang bener loe Dis, Risa juga ikut ?”,Tanya Arya memastikan ucapan Gladis itu benar .
“Iya beneran gue ! sejak kapan gue pernah ngebohongi loe . Ayoo makanya loe ikut aja yaa . Kagak adah ruginya kan kalo loe ikut . Loe kan juga bisa bantuin gue minta ijin ke nyokap Ar . Nyokap kan pasti ngijini gue kalo ada loe juga Ar . Ikut yah ?”,ujar Gladis kepada Arya .
“Iya iya gue ikut . Gue mah pasti kagak bisa nolak kalo loe udah pake jurus maksa-maksa gini . Oia, sapa aja ntar yang mau ikut Dis .” Tanya Arya .
“Hehehe loe emang sahabat gue yang paling bisa ngertiin gue .“ ungkap Gladis dengan nada gembira . “Kata Dira sih yang ikut Risa, Egga, ama si Wira . Jadi ntar kita berenam Ar .” jelas Gladis .
“Pantes aja loe maksa gue mati-matian buad ikut . Ternyata ada sang mantan, akang Wira tersayang . hahaha .” goda Arya dengan tawa canda .

Wira adalah mantan pacar Gladis . Mereka pernah pacaran selama 2 tahun, tapi mereka putus saat Gladis mengetahui bahwa Wira selingkuh dengan Sesil teman satu sekolahnya . Tapi sejak putusnya mereka 3 bulan yang lalu, Gladis masih menyimpan perasaan terhadap Wira . Gladis masih belum bisa melupakan Wira . Apa lagi sekarang Wira masuk dikelas yang sama dengan Gladis .

“Ahh loe apaan siihh gue kan udah kagak ada apa-apa ama si Wira . Lagian Wira juga udah punya Sesil, ceweknya . “ tangkas Gladis dengan nada tidak semangat .
“Udah jangan sedih gitu . Gue tau kalo loe masih sayang ama Wira . Oia emang si Sesil kagak ikut juga .Terus kita ntar kesananya mau naik apa Dis ?”, Tanya Arya .
“Hlooo, loe kog bisa tau kalo gue masih sayang ama Wira . Pasti Risa deh yang ngasih tau yaa . Huuu, dasar bocor tuh anak . Kata Dira, Sesil kagak bisa ikut coz ada casting film katanya . Tenang entar kita naik mobilnya Egga kok .” ungkap Gladis .
“Hehehe iya Risa yang ngasih tau Dis .”, kata Arya dengan raut muka tak berdosa . “Oke lah kalo gitu . Holiday !! I’m coming !! hahaha .” teriak Arya . Gladis pun ikut tertawa melihat tingkah Arya yang seperti anak kecil itu . Mereka tertawa hingga tak sadar bahwa mereka telah sampai di sekolah .

“Hayy Dis”, teriak Dira dan Risa dari kejahuan saat melihat Gladis memasuki gerbang sekolah bersama Arya .
“Hayy juga Dir, Ris”, sapa Gladis kepada kedua sahabatnya itu .
“Dis, gimana rencana liburan kita minggu depan, jadi ?”, Tanya Dira penasaran .
“Emmm, yaa jadi dong guys”, jawab Gladis dengan tertawa .
“Terus si Arya juga ikut kan Dis ?”, sela Risa dengan nada sedikit berbisik kepada Gladis .
“Ya iya laa Arya ikut Ris . Kalo dia kagak ikut gue pasti juga kagak di ijini ikut ama nyokap gue”, jelas Gladis kepada Risa .
“Ciee … ciee … Ada yang mau PDKTan nih kayaknya”, goda Dira kepada Risa dengan mencolek tangan Risa .
“Ahh apaan sih loe Dir . Biasa aja deh . Gue kan Cuma nanyak doang Dir . “, jawab Risa malu-malu .
“Udah ngaku aja kalo loe juga naksir ama Arya . Apa mau gue yang bilangkan . tuh mumpung ada orangnya .” goda Dira lagi dengan senyum jail .
“Ahh apaan sih loe Dir . Kasihan tuh si Risa jadi salting gitu .” ucap Arya yang kasihan melihat Risa dijailin sama Dira .
“Wahh … wahh … Risa dibelain ama ayang Arya tuh . Seneng tuh Risa .” goda Dira yang semakin bersemangat menyomblangi Risa dan Arya .
“Udah udah pada iseng aja nih bocah-bocah pagi-pagi gini .”, ucap Gladis .

Risa hanya bisa tersenyum dengan wajah merah merona karena malu telah dikerjain oleh Dira . Arya pun juga mulai menggoda Risa dan memberi sinyal bahwa ia naksir kepada Risa . Gladis yang melihat ketiga sahabatnya itu hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka . Mereka pun kemudian masuk kelas masing-masing saat bel tanda masuk kelas telah bordering .

“Guys ! Sini kumpul !”, teriak Dira yang berada dikantin kepada Gladis, Risa, dan Arya .
“Wahh … cepet banget loe udah ada dikantin aja Dir . Ada apa teriak-teriak kayak anak kecil aja loe Dir .”, Tanya Arya .
“Biarin ! Ayoo kita bahas rencana liburan kita . Hloo si Egga ama si Wira mana ? kok dari tadi gue kagak keliatan .” Tanya Dira nyerocos .
“Yaampuun Dira ! loe semangat banget ngebahas liburan kita . Katanya sih entar mereka nyusul . Masih ada rapat basket mereka sekarang .” jawab Gladis kepada Dira .
“Yaahh……yaudah deh kita tunggu aja mereka . Kalian kagak mau mesen makanan ?”, tawar Dira kepada teman-temannya .
“Iyaa gue mau mesen dulu . Laper banget gue dari tadi pagi kagak makan apa-apa .”, ucap Arya yang kemudian meninggalkan teman-temannya untuk memesan bakso di Bang Ucok .
“Ar, gue juga yaa ! “, teriak Gladis kepada Arya . “Loe kagak ikut mesen juga Ris ?”, Tanya Gladis kepada Risa .
“Kagak Dis, gue udah kenyang . Gue mesen minuman aja .”, kata Risa sambil teriak memenggil mbak Ros untuk memesan segelas es jeruk .

Sambil menunggu Egga dan Wira selesai rapat, mereka bercanda-canda dan makan makanan yang mereka pesan . Mereka selalu menghabiskan istirahat mereka di kantin . Meskipun mereka beda kelas tetapi mereka selalu terlihat kompak . Persahabatan mereka yang telah berjalan satu tahun, membuat mereka saling menghargai dan saling berbagi satu sama lain .

“Hayy guys ! sorry kita telat . Gue mau mesen bakso dulu . Laper banget gue . Loe mau mesen juga Wir ? biar gue yang meseni .”, ucap Egga nyerocos dan kemudian pergi untuk memesan bakso .
“Iih si Egga sialan . Maen pergi-pergi aja tuh anak .”, ucap Dira .

“Sorry yaa gue telat . Kalian udah nunggu lama yaa .”, kata Wira dan kemudian duduk disebelah Gladis . “Dis, loe gak marah kan gue telat ?”, Tanya Wira kepada Gladis .

Sebenarnya Wira juga masih menyimpan perasaan kepada Gladis . Wira menyesal telah mengkhianati Gladis . Namun Wira menutupi perasaannya terhadap Gladis . Meskipun mereka telah berpisah, tapi Wira selalu mengawasi Gladis dan selalu menjaga Gladis dari jauh . Wira tak ingin cewek yang ia cintai mengalami hal-hal yang buruk . Wira berpacaran dengan Sesil awalnya hanya untuk main-main saja, hingga sekarang Wira tidak pernah mengangap Sesil sebagai pacarnya . Karna dihati Wira hanya ada nama Gladis seorang .

“Iyaa gak papa kok . Gue kagak marah .”, jawab Gladis singkat .
“Ciee … yaa iyaa lah Gladis kagak marah, dia kan ….”, ucap Risa yang kemudian terhenti karna Gladis mencubit tangannya .
“Heyy apaan sih loe Ris . Bocor banget sih loe . hummp !”, ucap Gladis memotong pembicaraan Risa dengan muka sebel .
“Hehehe sorry deh Dis . Gue kan Cuma becanda kali . “, kata Risa dengan merayu Gladis agar sahabatnya itu tidak marah kepadanya .
“Emang Gladis kenapa ?”, Tanya Wira kepada Risa .
“Ahh, kagak kenapa-kenapa kok Gladis Wir .”, kata Risa sambil tersenyum iseng kepada Gladis .
“Guys gimana liburan kita . Oiya, kayaknya kita kagak bisa make mobil gue deh, mobil gue lagi ada di bengkel . Gimana dong ?”, samber Egga yang tiba-tiba muncul dengan membawa dua mangkuk bakso .
“Yaaaa . Kagak jadi dong .”, ucap Dira dengan muka kecewa .
“Yaa tetep jadi dong guys . Gimana kalo kita naik kereta aja ?”, kata Risa memberi saran .
“Bener tuh Risa . Gimana kalo naik kereta aja . Lebih seru kan . Lagian kita gak perlu capek-capek nyetir .”, jelas Arya yang sebenarnya sedang membela Risa .
“Kalo gue ngikut kata Gladis aja deh .”, ungkap Wira dengan nada menggoda Gladis .
“Apaan sih loe Wir !”, kata Gladis dengan muka merah merona . “Gue setuju kita naik kereta .”, ucap Gladis singkat .
“Iyaa deh gue juga setuju . Yang penting kita jadi liburanya .” kata Dira dengan gembira .
“Oke … Kita naik Kereta ! Yuhuuy ! hahaha .”, teriak Egga dengan penuh semangat .

Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dengan menggunakan kereta api . Mereka tak sabar menunggu hari dimana mereka akan pergi liburan bersama-sama datang . Mereka pun mulai menyiapkan berbagai hal yang akan mereka bawa pada saat liburan nanti .

Hari yang mereka tunggu-tunggu pun akhirnya telah tiba . Mereka sangat gembira dan tidak sabar ingin cepat-cepat sampai di tempat yang mereka tuju . Sebelum mereka berangkat ke stasiun, mereka terlebih dahulu berkumpul di rumah Dira untuk berangkat bersama-sama ke stasiun .

“Guys, udah kumpul semua ? gak ada barang-barang yang ketinggalan ?”, Tanya Gladis kepada semua sahabatnya .
“Udah Dis . Udah siap semuanya .”, jawab Risa .
“Iyaa Dis.”, jawab Dira, Wira, Arya dan Egga serempak .
“Oke ! Are You Ready for Holiday guys !”, teriak Gladis bersemangat .
“Yeah ! I’am ready !”, jawab mereka serempak . “Ayoo kita berangkat !”, teriak Egga tak kalah semangatnya dengan Gladis dan kawan-kawannya .

Mereka pun berangkat ke stasiun dan menaiki kereta jurusan Wonosari,  Jogjakarta dengan kereta kelas eksekutif . Sepanjang perjalanan mereka terus bernyanyi dan bercanda ria . Mereka tak peduli penumpang yang ada di dalam kereta melihati tingkah mereka . Mereka membuat keramaian didalam kereta itu . Tak sedikit penumpang yang berani menegur mereka karena ulah mereka yang sangat berisik . Namun mereka masa bodoh dengan hal tersebut .

Setelah mereka lelah bercanda ria, akhirnya mereka dan penumpang lainnya tertidur pulas karena kecapaian . Namun hanya Gladis dan Wira yang tidak bisa tertidur . Gladis asyk mendengarkan lagu dengan headset yang terpasang ditelinganya sambil melihat pemandangan di luar kereta dari jendela . Sedangkan Wira malah berdiam diri sambil memerhatikan Gladis . Posisi tempat duduk mereka yang saling berhadapan, memudahkan Wira untuk terus memandangi wajah mantan kekasihnya itu . Gladis yang sadar bahwa Wira sedang memerhatikannya, malah acuh dan tetap memandangi pemandangan diluar . Namun setelah beberapa menit berlalu, Gladis melepas headsetnya dan kemudian meninggalkan Wira dan teman-temannya yang sedang tertidur untuk pergi kekamar kecil .

“Dis, loe mau kemana ?”, Tanya Wira penasaran .
“Gue mau ke kamar kecil .”, jawab Gladis singkat .
“Mau gue temeni ?”, tawar Wira .
“Gak usah Wir . Makasih tawarannya .”, tolak Gladis .
“Loe gak takut Dis . Kamar kecilnya kan ada digerbong terakhir . Gerbong 4 gelap kagak ada penumpangnya . Yakin loe mau sendirian kesana .”, jelas Wira kepada Gladis .

Karena hari yang mulai malam dan penumpang yang telah tertidur pulas, akhirnya mau tak mau Gladis menerima tawaran Wira . Wira hafal betul kalo Gladis sangat takut dikegelapan . Maka dari itu Wira ingin menemani Gladis kekamar kecil .
Saat mereka memasuki gerbong 4 yang sangat gelap dan sepi . Mereka mencium aroma bunga melati yang sangat harum . Tanpa disadari Gladis yang mulai ketakutan merangkul erat tangan Wira yang berada di depannya . Gladis mulai merasakan bahwa ada sosok bayangan hitam yang mengikutinya . Bulu kuduk Gladis dan Wira mulai berdiri . Mereka menyusuri gerbong 4 dengan perlahan dan was-was . Hanya dengan satu senter di tangan Wira, mereka memberanikan diri untuk melewati gerbong itu .

“Wir, gue takut .”, ucap Gladis berbisik kepada Wira sambil terus merangkul lengan Wira dengan erat .
“Udah loe tenang aja . Ada gue yang nemeni loe .”, jawab Wira sambil menenangkan Gladis .

istana boneka

http://blog.fastncheap.com/wp-content/uploads/2012/03/hasil-Akhir-Horor-tutorial.jpg

Cerita ini pengalaman dri karyawan mamah ku .. Sebut saja nma dia yuni .. Yuni ini kerja d.pt mamah ku d.pt boneka,,yuni ini cewe yg sngat pnakut loh ..

Suatu hari karyawan nyokap gue lgi over time krna mengejar target buat valentine,,

nah .. Si yuni ini anaknya konyol suka nakut2in karyawan lain nya ..
Yuni cerita sma tmn sbelahnya...
"eh,lu tau gak di sini kan angker kata satpam dpn, boneka di sini suka bergerak sendiri satpam tuh prnah liat di lantai dasar dkt gudang pengepakan"
jwb tmn nya "bohong kali tuh satpam,jgn nakut2in ah .. Gue tkut nih .. Merinding klo smpe boneka disini bisa bergerak"
yuni jwb"gue juga tkut .. Tpi gue gak percaya krna klo percya sma yg begituan musrik"
tmn nya yuni "gue sih percya gak percya"

saat si yuni mau k.toilet
si yuni dnger suara cewe nangis si yuni mncari dari mna asal tangisan itu ..
Dia tengok kanan-kiri k.arah celah2 box,,ternya suara itu dari celah box kardus ada cewe yg lgi jongkok dan merundukan kpala nya,si yuni dlm hati takut bgd,bertanya lah si yuni dgn cewe itu ..

Yuni:"mba knp nangis di sini ??"
cwe: "gpp ko langsung berdiri dan mata melotot "
yuni kaget "astagfirulloh"
yuni mnyanyakan tuh cewe bagian apa soalnya baru liat ..
Yuni:"mba d.bagian apa ko saya baru liat mba"
cwe:"bagian sini"
yuni bingung dan bertnya lgi"bagian sini mksudnya gimana"
cwe:"ya bagian sini tmpt sya berdiri"
yuni kesal pergi k.toilet seolah2 prtnyaan dia tdi d.buat candaan sma tuh cewe,
"dasar cewe aneh d.tnya bner2 malah jwb nya bikin gue bingung,blm tau aja dia klo di situ serem"(ngomong sndri smbil brjalan mnuju kamar mndi)

setelah dia kluar dri kmar mandi cwe itu udah ada d.pojokan lgi jongkok,,
yuni yg lgi ngaca dia liat sosok mr.kunti lgi gendong anak mau mencekik si yuni .. 

 stelah yuni melihat mr.kunti di kmar mandi yuni pun lari k.ruangan,sesampai d.ruang,yuni menceritakan smua nya k.tmn2 nya shingga tmn2 yg lain gak brani k.kmar mndi sendri,bel pulang berbunyi ..

Teet .. Teet ...

Kryawan pun pulang smua
dlm perjalanan pulang d.pertengahan jalan ada se orang ibu2 menggendong anak nya,tpi wjah ibu2 itu pucat dan anak... nya membawa boneka warna item gak tau tuh boneka apa soalnya gak jelas krn malem,,sesampai yuni d.rumah bdan rasa nya pegel smua, gak sperti biasa nya,langsung aja tuh si yuni tdur saking cape nya pulang kerja,,

pagi pun tiba ..
Kukuruyuk .. Kukuruyuk ..

Hoaaam .. >'o'<

pda saat yuni bngun tdur, d.kamar ada boneka item,otomatis si yuni kaget dan heran
"dri mna asal boneka ini ko tiba2 ada d.kmar gue"(seru yuni dlm hati)

sehabis yuni mandi boneka itu udh gak ada,semakin menjadi aja si yuni merinding sekaligus ketakutan,krna tuh boneka tiba2 ada n tiba2 juga hilang,,

saat smpe d.pt. Si yuni ceritain smua kejadian yg ada d.kamar kontrakan nya,,
kata tmn nya "alah .. Yun paling itu boneka ajaib yg mau gangguin lo"
yuni:"aih .. Jgn ganggu dong kan gue ga prnh pnya salah"

saking penasaran tmn nya si yuni sma cerita yuni yg kmrin d.alami d.kamar mandi,, akhirnya tmn nya yuni k.toilet sendri,dan alhasil tmn nya yuni gak ada kejadian yg aneh ..

Saat yuni lgi kerja si yuni tiba2 nangis gak karuan bntar2 nangis bntar2 ketawa udh kaya org gila persis ..
Ternyata si yuni kerasukan roh halus pnunggu situ soalnya si yuni org nya sering bengong dan iga jarang jdi gampang bgd d.rasukin sma yg begituan,,akhirnya d.bacain doa supaya tuh roh halus kluar,pas si yuni k.rasukan,

mamah gue kan yg punya pt.jdi tau asal-usul roh halus itu ..

Kata nyokab gue, roh hlus itu arwah ibu2 yg zaman dulu bawa anak nya pngen nyolong boneka berang2 berwana hitam krn boneka itu lucu harga nya juga mahal sekitar 5 jutaan gitu,wktu itu ibu2 mau nyolong ketauan satpam langsung d.pukul dan d.kroyok sma karyawan yg lain smpe berdarah di pukulin sma benda tajam,,(tega bgd org yg bunuh ibu2 itu)sampai akhirnya meninggal dunia sma anak nya,sampe skrng arwah itu masih suka mengganggu karyawa PT.IBI ..

END